Award and Thanks Giving Day Team Asian Cross Country Rally Indonesia

Jakarta. 20 September 2018, Award & Thanksgiving Party JNE Furukawa Battery Indonesia Rally team 2018 yang merupakan moment penyerahan plakat penghargaan dan terima kasih JNE Furukawa Battery Indonesia Rally team 2018 kepada sponsor dan pihak pendukung telah dilaksanakan pada tanggl 20 September2018 di TGIF Friday Pondok Indah Mall 3 Jakarta Selatan.

Hajatan yang diselenggarakan oleh PT. Furukawa Indomobil Battery Manufacturing Ini berlangsung dengan akrab dan penuh kekeluargaan. Selain dihadiri oleh tokoh otomotif baik dari kalangan Rally, Offroad maupun builder kenamaan di Indonesia seperti Dana K juzar, Kemal Bachrie, kemudian offroader papan atas seperti Tb Adhi, Gunawan Legiyo,   Dadan Pohang, Julian Johan. Dira Sulanjana tampak hadir Sekjen PP IMI yang merupakan perpanjangan tangan FIA di Indonesia Jeffrey JP, juga ketua umum Indonesia Offroad Federation Askar Kartiwa, para pendiri IOF seperti Hari Sanusi, Johny Lintau, Yuma WK, Echa Harsan, Malvino Fajaro artis sinetron, juga rekan rekan pewarta. Kemudian di Motor ada Jack kemudian teman teman Track seperti Hery Cahyono dan teman teman, Alex Samosir, Teddy Wibowo, Didi Arifin dan masih banyak lagi.

Pihak JNE dan Furukawa Battery yang merupakan sponsor utama pun hadir. Mr. Shinichiro Sean Ota yang merupakan Director  Member Of The Board Corporate Officer Furukawa Battery dari Japan datang langsung dan tiba kemaren dan malam ini kembali ke Jepang. Suatu penghargaan yang luar biasa. mendampingi Andreas Sugih dari PT. Furukawa Indomobil Battery Manufacturing.

 

Prosesi tanya jawab antara pembalap dengan undangan dan media berlangsung cukup menarik.Baik seputar lintasan, kendala maupun hal lain dikupas dengan tuntas dan lugas pada acara ini.  Dilanjutkan dengan acara puncak penyerahan plakat kepada sponsor diantaranya : JNE, Furukawa Battery, Sun Chlorella, R1 Japan, Delium Radial, Roma Autosport, Castrol Indonesia, Maxxis, Hobbies workshop, Karya Indah Motor, DSS Garage, Hasto Fiberglasss Specialist, ORDtraining.com, Prive Clinic, Rac@design, Rudy Project Indonesia, SKP dan tokoh otomotif Lampung. Ya. Dukungan dari sponsor, komunitas maupun pebengkel dan media adalah wujud kepedulian banyak pihak kepada tim yang membawa nama merah putih ini.

Pada ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2018 yang diselenggarakan pada 13-19 Agustus 2018 lalu, Indonesia melalui team JNE Furukawa Battery Indonesia Rally team yang mengutus 2 peserta pada Moto Class dan 1 peserta pada Auto Class. Irma Ferdiana dan Ayu Windari bertanding pada woman moto class dengan mengendarai sepeda motor KTM 250EXC dan Husaberg FE250. Sementara, Memen Harianto didampingi 2 orang codriver Rimhalsyah dan Lody Natasha menggunakan Jeep Cherokee 4000cc bertanding di Auto Class T1G. Irma Ferdiana dan Ayu Windari menempati posisi ke 1 dan ke 2 pada woman moto class. Mampu meninggalkan Mami Matsuda Rider wanita dari Japan. Sementara, Memen Harianto dan Rimhalsyah beserta Lody Natasha pada tahun ini menempati posisi ke 7 pada T1.G

 

Apakah Cross Country Rally Berbeda Dengan Event Di Indonesia?

Ya. Tidak ada event yang berhari hari seperti ini di Indonesia.  Event ini menempuh jarak 2200 km di 2 negara selama 6 hari ini memang berbeda dengan event yang ada di Indonesia yang lebih mengenal speed offroad dan rally saja. Dulu pernah ada rally 4X4 tapi kini sudah tidak kedengeran lagi.

Perbedaan yang paling signifikan adalah panjangnya LINTASAN dan SYSTEM NAVIGASI. Panjang lintasan setiap hari berkisar 400 sampai dengan 500 km terdiri dari road section dan special stage. Special stage setiap hari rata-rata 200 sampai dengan 250 km dengan 20 menit waktu perbaikan dan isi bahan bakar di service area.

Bagian yang tersulit dari rally ini adalah system navigasi. Koordinat hanya diberikan pada titik start, service area dan finish stop. Masing-masing pembalap mengandalkan road book/tulip yang dibagikan setiap malam oleh peserta. Setiap SS ditempuh tanpa melalui Survey terlebih dahulu. Hanya mengandalkan keakuratan co driver membaca road book untuk arah maupun jarak pada tiap tikungan atau kondisi lintasan. GPS tentu saja tidak dapat dipergunakan pada event ini. Rally trip meter menjadi andalan untuk menghitung jarak dan membaca semua tanda dilintasan. (Sementara di Indonesia event rally terlebih dahulu melakukan survey). Cerita pembalap salah arah/tersasar bukanlah hal yang aneh pada event ini. Hampir semua peserta akan mengalami. Hanya cepat atau tidaknya menemukan kembali arah lintasan yang benar yang membedakan antara satu dengan yang lain.

Tentu tidaklah mudah untuk dilewati rintangan ini. Track yang sangat lengkap ada di AXCR. Bebatuan, Gravel, pasir, lumpur, aspal maupun perbukitan adalah kombinasi lintasan. Jalur yang dilewati kadang sangat sempit. Hanya pas untuk ukuran 1 mobil. Lubang dibagian depan hampir tidak dapat ditebak. Tentu ini tidak hanya memerlukan kemampuan driver/rider berkendara dengan tepat dan cepat. Namun menuntut kolaborasi yang baik dengan co driver membaca arah jalan. Lintasan didepan yang tidak bisa ditebak kondisinya.menuntut keahlian tersendiri.

Sangat banyak peserta yang tidak mampu mencapai garis finish. Beberapa peserta malah hanya mengukuti start special stage lalu mundur dan meneruskan perjalanan ke garis finish melalui jalur aspal. Dan melalakukan hal yang sama pada hari berikutnya. Lintasan yang berat dan navigasi yang tidak mudah tentu saja menjadi tantangan tersendiri untuk semua peserta. Apalagi, tim Indonesia terbilang masih sangatlah muda dibanding peserta lain yang telah mengikuti event ini belasan tahun.  

Di Thailand sendiri, event cross country rally diselenggarakan antara 5 sampai 10 kali setiap tahun.

 

Peserta Woman Moto Class

Pembalap wanita Irma Ferdiana dan Ayu Windari merupakan 2 pembalap dari 3 peserta pada woman moto class. Ini adalah kali pertama Irma dan Ayu mengikuti Asia Cross Country Rally. Rider asal Jember Jawa Timur ini menjalani leg demi leg dengan perjuangan yangtak mudah. Rudy Poa selaku manager tim mengawal dengan maksimal dan selalu memberikan masukan kepada keduanya.

Strategi yang direncanakan untuk menjalani SS secara bersamaan untuk saling bahu membahu dalam mengatasi rintangan dan membaca navigasi hanya dapat dilakukan di hari pertama.

Hari pertama Ayu Windari start 1 menit didepan Irma Ferdiana. Mereka finish bersamaan.

Irma Ferdiana urutan ke 2 dikelas, dan ayu windari ke 3 dibelakang Irma. 

Hari ke 2 Ayu Windari mampu mengejar ketertinggalannya dengan menempati posisi ke 2 di kelas. Dan hari ke 3, Ayu mampu mengejar rival teratasnya Mami Matsuda. Namun pada hari ke 4 Ayu mengalami kerusakan pada mesin motornya setelah terendam dan harus memperoleh penalty 5 jam.

Lintasan yang sangat berat di hari ke 4 ini mampu dilewati oleh Irma Ferdiana dengan KTM 250 EXC 2 tak dengan sempurna. Perjuangan yang berat ini menempatkan posisi Irma ke posisi 1 di kelas meninggalkan Mami Matsuda dan Ayu Windari dengan sangat jauh. Memiliki catatan waktu jauh meninggalkan kedua rivalnya dimanfaatkan oleh Irmamelawati 2 leg yang tersisa dengan aman. Sementara, meskipun Ayu Windari mampu memacu kendaraanya dengan cepat di 2 leg tersisa, hanya mampu meningalkan Mami Matsuda dan puas pada posisi ke 2.

“Ini perjuangan yang tak mudah. Hampir tiap hari kami nyasar. Tapi karena motor, kami bisa dengan mudah untuk balik arah dan cari jalan yang benar. Saya sempat mengalami kerusakan pada alat navigasi saya. Dan saya berhasil membetulkan sendiri di tengan jalan. Seru dan menegangkan. Tapi ini event yang luar biasa dan tak mudah dilupakan” Ujar Ayu Windari

Hal senada disampaikan oleh Irma Ferdiana “Sya menerapkan strategi konstan melewati SS. Nyasar pasti dialami oleh semua pembalap. Tapi saya bisa melawati dengan tenang dan sabar. Saya diuntungkan juga dengan bobot kendaraan saya yang ringan. Alhamdulillah, tahun ini dewi fortuna berpihak ke saya, saya dapat meraih posisi terbaik dikelas saya” ujar Irma Ferdiana yang baru menikah setelah kembali dari AXCR 2018

 

Peserta Auto Class T1G

 

Pada hari ke  1,  Special Stage di leg 1 dibagi 2. dipagi  pagi hari dan siang hari.  Pada pagi hari pembalap Indonesia dapat memacu kendaraanya dengan maksimal dan menempati posisi  2 di kelas T1.G. terpaut 3 detik dibawah Ikuo Hanawa perally kawakan asal Japan. Namun naas, pada 50km sebelum finish sore harinya, dudukan bypas shock suspensi belakang jeep cherokee putus dan menyebabkan mereka hanya bisa memacu kendaraanya  20km/jam untuk menghindari kerusakan lebih parah. Setelah diperbaiki di service area hotel, kendaraan dapat dipergunakan kembali esok harinya.  Pada hari ke 2 kejadian serupa terulang kembali di km 12.  Akhirnya setelah mencapai service area tim memutuskan utk memperbaiki kendaraan agar bisa maksimal di leg berikut. Namun perbaikan yang dilakukan menyebabkan tim mobil mendapat penalty 14 jam 30 menit.

Hari ke 3 jeep cherokee sudah kembali ke kondisi prima. Namun sayangnya, leg ke 3 untuk auto class dibatalkan oleh panitia atas anjuran pihak militer setempat. Memen Harianto dan tim yang berencana mengejar waktu tempuh ini,  kehilangan kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan waktu tim mobil.

Pada hari ke 4 di Cambodia Memen dan tim kembali berusaha mengejar ketertinggalan posisi. Namun lagi-lagi tim mobil harus kehilangan waktu 3.5 jam  untuk mengevakuasi Ayu Windari yang sepeda motornya terendam di jalur banjir.

Di hari ke 5, Hari ke 5 separuh Special Stage dibatalkan karena lintasan tidak dapat dilalui disebabkan truk terguling dan menghalangi lintasan. Dan dewi fortuna sepertinya kurang berpihak pada tim mobil karena pada hari terakhir (hari ke 6) Memen Harianto beserta Rimhalsyah dan Lody Natasha terhalang dengan 2 kendaraan yang dievakuasi oleh panitia. Mereka harus menunggu lebih dari 15 menit  untuk bisa bisa meneruskan melibas lintasan pendek yang Cuma 23 km.

 

“Pada hari ke 4 lintasan banjir. Ayu Windari sudah diposisi ke 1 pada woman class terjatuh dan mesin sepeda motornya terendam air. Kalau crew yang mengevakuasi pastinya Ayu akan kena diskualifikasi. Yang bisa bantu hanyalah sesama peserta. Karena kelas mobil start dibelakang Ayu, akhirnya Memen, Rimrim dan Lody mengevakuasi Ayu. Saya salute dengan mereka. Saya tahu ini adalah sebuah keputusan yang sangat sulit. Disatu sisi harus meneruskan SS untuk memperbaiki posisi, tapi disisi lain harus memperjuangkan nama Indonesia dengan menyelamatkan ayu untuk tetap bisa tetap menjadi juara. Sebuah perjuangan heroik yang mengharukan. Inilah tim yang saya impikan. Kompak dan saling membantu ” Jelas Rudy Poa selaku team manager.

 

”Kami telah berusaha berusaha maksimal. Jeep Cherokee yang kami pakai pada 4 hari terakhir sangan prima kondisinya. Tapi situasi berbicara lain. Ada Special Stage dibatalkan, dan ada juga lintasan single track yang kami terhalang kendaraan yang harus dievakuasi. Tapi inilah balap. Situasi kadang harus memaksa kami merubah strategi. Namun Alhamdulillah kami bisa menjadi finisher dan bisa mengibarkan merah putih di garis finish. Semoga tahun depan kami mampu tampil dengan lebih baik lagi” tutur Memen Harianto kepada media.

Semoga perjuangan putra dan putri Indonesia ini akan mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat Indonesia. Dan pada kegiatan berkutnya, Pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan yang baik seperti pembalap dari negara lainnya.

Untuk info keikut sertaan tahun depan hubungi +62811802633.

 

Yuma WK Pembalap Gaek Pic : Source Malvino Fajaro
Pembalap Indonesia yang berhasil membawa nama Indonesia di kancah International. Source JJ
Trio Founder IOF. Source MF

Ucapan terima kasih kepada para sponsor








Trieste ke Solda, Trieste pantai yang indah (10)

IRE 8 Sept.  Kami tiba di Trieste malam hari. Kami menginap di hotel NH Trieste yang terletak di pinggir pantai dan dekat dengan pelabuhan dan terminal. Kota ini adalah kota yang termahal yang kami singgahi. Untuk menginap setiap orang di kenakan biaya pajak kota diluar sewa kamar hotel (karena trieste adalah kota turis) 10 Eur plus hotel tidak menyediakan ruang untuk parkir. padahal hotel yang kita inapi adalah hotel bintang 5. Untuk parkir satu motor dikenakan biaya 10 EUR sedangkan mobil dikenakan biaya 20 EUR. Tapi pengalaman saya di Eropa terutama kota besar hampir sebagian besar tidak menyediakan parkir, oleh karena itu kalau touring motor sebaiknya kita pesan hotel di agak diluar kota. 

Oke kembali tentang Trieste, adalah kota yang terletak di pinggir pantai utara Italia. Letaknya sangat strategis karena berada di perbatasan slovenia dan kalau keutara berbatasan dengan Austria dan Switzerland. Wilayah Trieste didirikan pada tanggal 10 Februari 1947, dulunya Trieste adalah bagian dari wilayah persengketaan dengan Yugoslavia. Namun dalam rangka mengakomodasi populasi keragaman etnis dan lokasi yang strategis maka Italy tetap mempertahankannya sebagai bagian dari wilayahnya. 

Sebenarnya banyak objek wisata disitu, diantaranya Istana MIramare yang terkenal, istana Neo-Gothic yang fantastic dari archduke Maximilian Austria yang malang dimana dia datang pada tahun 1850 sebagai panglima angkatan laut Austria, bangsawan muda yang sangat ambisius dengan ide liberalnya namun mati ditembak oleh pasukan Mexico. Trieste ini menjadi wilayah perebutan kekuasaan. Mulai Austria, Yugoslavia dan akhirnya Italy yang tetap menguasainya.

Miramare castle sebenarnya hanya 7.5 km dari hotel tempat nginap. Sayang kami melewatinya dan tidak sempat mengunjungi karena terbatasnya waktu.

Pagi itu kami sudah buru buru ingin berangkat ke Solda Bolzano.  Kami kali ini hanya berempat saja riding. Kembali, Andrea, Dr Tedjo, Bagoes, Widi Antoro dan Deni Aryasa, sudah duluan pagi itu. Saya karena harus mengurusi parkiran mobil dan mengurusi parkir dan pajak kota sehingga berangkat belakangan. Kami, Wijaya Kusuma, Dedi Widjaya, Ko Atats dan Michael serta Heri Cahyono, berangkat barengan dengan mobil back up.  Route kami hari ini 432 Km…hmmm cukup jauh. Sementara kita akan mengunjungi 2 objek wisata yang bagus bagus. Diantaranya Vajont dam dan Dolomites….

Bersambung



Miramare Castello Source Wiki



Plitvice – Postojna ke Trieste (9)

IRE. 07 Sept 2018 

Masih hari ke 8 , kami melanjutkan perjalanan ke Trieste, setelah kami mengunjungi ke Zejava. Janjiannya yakni mereka ke Plitvice dan saya ke Zeljava. Hari ini mas Widi Antoro (60 tahun) peserta senior kami menjadi penunjuk jalan ke Zeljava dan  ikut serta dengan rombongan kami. Setelah ke Zeljava kami kembali ke hotel, tetapi andrea dan rombongan sudah entah kemana. Padahal jalur bisa di lihat di Life 360, software yang bisa melacak keberadaan seseorang dan melihat track historynya. 

Anyway, kita putuskan jalan sendiri, kita menuju arah Rijeka dan ke Postojna yang terletak di Slovakia. Jalan hari ini sekitar 320 km.  Kami menyusuri pantai dalam perjalanan kami ke Postojna. Kota cantik ini terletak di Slovenia dan disini terdapat gua stalaktit. gua postojna adalah sistem gua karst sepanjang 20.570 dan menjadi tujuan wisata paling populer di Slovenia. Gua ini terbentuk oleh sungai pivka.

Saya memutuskan lewat jalan ke arah Rijeka, Selain pemandangannya indah, kita juga akan melewati pinggiran pantai dalam perjalanan kami ke Rijeka.

Kami menikmati pemandangan yang sangat indah sekali dan riding di Croatia ini menurut saya yang terindah dan terbaik dari semua yang pernah saya kunjungi. Tidak ada speed limit (tetapi kadang kadang ada polisi di corner), jalanan sangat mulus dan sepi. Berbeda banget dengan situasi jalan di Indonesia.  Tidak ada orang berjualan di jalanan. Tidak ada pasar tumpah…wah pokoknya nikmat.

Sore hari kami melewati border di Rupa Jelzane. Setelah itu kita melewati highway. Di slovenia kita wajib punya yang namanya Vignette yang bisa di beli di pompa bensin. Untuk bisa melalui jalan jalan di Slovenia harusnya kita membeli stiker vignette itu. Harga untuk 7 hari adalah 7.5 EUR.  Tapi dasar kita nggak ngerti kita bablas aja lewat highway. 

Kita mendaki lagi gunung ke arah Alps dalam perjalanan kita ke Postojna. Sore hari kita sudah sampai di situ.

Teman teman yang sudah duluan beruntung bisa menikmati gua Postojna atau Postojnska atau Postumiano (kata orang Italy).  Saya sampai sana bingung arah postojna kemana, padahal sudah deket hotel tempat gate masuk ke gua.

Kita akhirnya memutuskan istirahat dan ngopi di pombensin dimana banyak rider disitu. postojna ini teretak di kaki gunung Sovic yang merupakan jajaran Alpen juga.

Setelah ngopi kita lanjut ke Trieste. Pelabuhan cantik di perbatasan utara Italia.

 


Vignette pass

Postojna Cave's 200 years of wow

"Here is a new world, here is a paradise," shouted Luka Čeč – a local guide – in April 1818 upon his accidental discovery of Slovenia's most iconic destination – the Postojna Cave. This April the 24 km long Postojna Cave is celebrating its 200th »birthday«. Will you be joining the party train? Celebrate one of Europe's greatest natural discoveries with us.

Dikirim oleh Postojnska jama Cave-Grotte-Höhle pada Jumat, 09 Maret 2018

Rider Postoojna di Mount Sovic
Source Croatia.hr



Plitvice ke Zeljava (Air Force Terbesar di Eropa Pada Jamannya) (8)

WInnetou yang terletak di pinggir hutan
Ada truk guling membuat kita harus mutar

IRE. 07 Sept 2018 

Hari ini adalah perjalanan riding hari ke 8. Pagi hari kita menikmati udara yang sejuk dari desa Plitvice. Danau Plitvice merupakan sebuah taman nasional di Kroasia,
yang terletak di 44,85°LU 15,62°BT. Sungai Korana telah membentuk 20 danau hambatan batu kapur dan kapur. Di antara danau-danau tersebut membentuk air terjun dan “cascade” yang luar biasa. Dan juga salah satu hutan tua di Eropa. 

Hari ini kami mengarahkan motor kami ke Slovenia, dimana slovenia adalah negara full schengen member sehingga tidak ada lagi ngecap passpor seperti saat ke kroasia atau Bosnia. Jarak tempuh kami hari ini adalah 343 km kearah utara. Kami berangkat pagi karena kami berencana mampir dulu ke  Zeljava yang terletak di Bihac. 

Željava Air Base, yang terletak di perbatasan antara Kroasia dan Bosnia dan Herzegovina di bawah Gunung Plješevica, dekat kota Bihać, Bosnia, adalah bandara udara bawah tanah dan pangkalan udara militer terbesar di bekas Yugoslavia, dan salah satu yang terbesar di Eropa.

Baru jalan kira kira 10 km tiba tiba jalan di blok oleh policija (polisi), ternyata ada truk panjang terguling sehingga menutupi jalan. Kami sempat diskusi sama polisi, berapa lama kira kira derek mobil yang terguling ? jawabannya tidak bisa di prediksi.

Kita mencoba menunggu sebentar, bener saja crane yang mencoba mendirikan truck ternyata tali slinknya putus. Wah bakalan lama, akhirnya kami memutuskan memutar mencari jalan alternatif.

Sekitar 25 menit kemudian kami sampai di Zeljava..sebuah bandara yang sangat berperan dalam perang etnis yang terjadi tahun 1999-2001, dimana Yugoslavia memecah belah sesuai dengan etnis yang bertikai saat itu. Pangkalan udara bawah tanah ini termahal pada jamannya dan dibangun dengan biaya 6 Milyar dollar dan dihancurkan dengan sengaja hanya agar tidak digunakan oleh musuh. Zeljava memiliki terowongan yang cukup besar untuk rumah skuadron pesawat bersama dengan personil dan persediaan selama lebih dari sebulan. 

 Anda jangan coba coba mengexplore, daerah yang tidak boleh dijamah, dijamin anda akan menjadi dendeng. Oleh karena itu tanda explosive dipasang di setiap semak semak dan daerah yang tidak terjamah agar tidak ada manusia usil yang menjadi dendeng.

 

Saya mencoba menerbangkan drone saat didekat bungker pesawat. Tiba tiba datang polisi entah dari mana berpatroli. Cepat cepat saya umpetin lagi dronenya dari pada nanti jadi masalah.

 

Melihat luasnya, terbayang bagaimana terjadi perang saudara terjadi saat itu. Tentunya sangat massive….Yugoslavia negara besar itu hancur karena perang saudara. Beruntung peninggalannya tidak ikut hancur. Pemandangan indah peninggalan kerajaan Ottoman masih terlihat disini. 

Setelah perang saudara Yugoslavia, maka sekarang negara tersebut terpecah.  Sisa sisa peninggalan perang masih terlihat walaupun pembangunan disana tumbuh sangat pesat dan maju.

 

Satu lagi…Ibu Negara Kroasia sangat demen bola banget…

 

 

Bersambung….

https://www.youtube.com/watch?v=9uOETcuFjbE

Peringatan Ranjau
Zeljava 2001
Mantan Pilot DC 3 Dakota



Setan penunggu pesawat
Kalibre The best Outdoor Gear
Pelaku Perang Yugoslav




Mostar – Bosnia ke Plitvice di Croatia (7)

IRE Croatia, 6 Sept 2018, Kami tiba malam hari di Mostar, kami menginap di city hotel yang terletak di pusat kota. Setelah tiba Motor di parkir di basement  kami lanjut makan di resto yang terletak di depan hotel. Ternyata disekeliling hotel berisikan pub high class di Mostar. Tentang Mostar itu sendiri, kurang banyak tujuan wisata disini,  kota ini berada di lembah, dan salah satu yang terkenal adalah Permata Mostar, atau Jembatan Stari Most yang dibuat pada abad ke-16, jembatan ini bergaya Ottoman yang membentang di Sungai Neretva dan  menghubungkan kedua sisi kota. Jembatan ini telah menjadi simbol kota selama lebih dari 400 tahun dan sempat hancur selama Perang Bosnia dan dibangun kembali pada tahun 2004.  Jembatan khusus ini dirancang oleh Mimar Hayruddin, seorang siswa dan murid arsitek terkenal, Mimar Sinan, dan dibuka pada tahun 1556. Kota ini mengambil namanya dari penjaga jembatan, Mostari, yang menjaganya.Jalan-jalan di sekitar jembatan menjadi hidup dengan berlimpahnya restoran, kafe dan toko-toko, semua diatur dalam gado-gado pra-Ottoman, timur Ottoman, Mediterania dan arsitektur Eropa Barat.

Menyelam dan melompat dari di atas jembatan adalah tradisi lama.  Ada kegiatan penyelaman tahunan yang diadakan di sini setiap tahun di bulan Juli dan jembatan menjadi kegiatan terakhir dari Red Bull Cliff Diving World Series. Pada waktu tertentu di musim panas ada sekelompok pria muda menyelam dan berpose untuk foto. Anda dapat mencobanya sendiri, jika Anda merasa berani, anda cukup mengeluarkan € 20 – € 25 untuk ‘pelatihan singkat ‘ dari pemuda setempat.

Setelah ke Stari Most, kembali team terpecah, entah Andrea lewat mana. Saya keliling 2 putaran nggak ketemu juga. Wah daripada buang waktu saya memutuskan jalan keluar kota. Kali ini kita tujuannya ke Plitvice di Kroasia. ada 3 jalan menuju Pitvice Jesera 1 lewat tol sampai zadar dan naik keatas, kemudian 2, lewat livno tomislavgrad dan terakhir 3 lewat bugojno dan jajce.  Jalan pertama lebih jauh tetapi lewat tol, Jalan kedua lebih dekat tapi jalan biasa, Jarak total adalah 332 KM, Saya memutuskan lewat jalur ke 2. Ternyata pilihan saya tidak salah, selain pemandangan yang sangat indah juga tidak ada jalan tol. Saya akhirnya berempat dengan Heri Cahyono, Dedy Widjaya dan Lioe Tat Sen.  Dedy sudah mengalami peningkatan riding yang lumayan. Di jalur ini yang bersangkutan rata rata 140 KPJ. Top dah…

Jalanan mulus membuat kami terlena dan senang sekali dengan jalan yang lebar dan sepi.  Sore hari kami sudah sampai di Plitvice Jesera yang terletak di Kroasia.  Sore itu pula kami ke Danau Plitvice ternyata jam 5 sore mereka sudah tutup dan kami diminta kembali esoknya.

Hotel WInnetou tempat kami menginap




Stari Most Malam Hari dari WIkipedia Common



Ostrog, Tara Bridge dan Durmitor on the way to Mostar (6)

Bosnia, 05 September 2018. IRE Hari ini kita akan melewati pergunungan balkans, di antara montenegro dan bosnia herzegovina, lewat taman nasional Durmitor, Montenegro di ketinggian 1800m, terus lewat perbatasan ke Bosnia dan menuju Mostar. Rombongan walaupun tiba di Podgorica Montenegro pada pagi hari tetapi jam 09.00 sudah siap nge gas lagi. Tentunya setelah sarapan jam 07.00 pagi, team mempersiapkan motor. Tidak ada yang dikunjungi di kota Podgorica, oleh karena itu teman teman pengen langsung ke Durmitor National Park. Jarak tempuh hari ini adalah 391 km apabila kita memutar kearah Durmitor.

Saya, Deddy, Lioe Tat Sen serta Mikhael memutuskan jalur lain langsung ke Mostar melalui Ostrig, , sehingga kelompok terbagi dua.  Saya memilih mendaki gunung di danilograv belgrad jalan menuju meteor blizu ostroga yang terkenal dari pada ke Durmitor national park.

Meteor blizu ostroga terletak di perbatasan Niksic dan Danilograv, Biara Ostrog adalah biara Ortodoks Serbia yang terletak di dalam sebuah batu besar yang disebut “Ostroška Greda” di Montenegro. Biara Ostrog terletak sekitar 50 km dari kota Podgorica dan 15 km dari kota Nikšić. Biara ini dipersembahkan untuk Santo Basil dari Ostrog yang dimakamkan di tempat.

Ketika pembangunan Biara untuk kediaman Saint Basil dimulai, pembangunan berfokus pada gua di atas desa Zagorak. Ketika itu, setelah seharian mengamati pekerjaan di lokasi ini, Santo Basil memberi perintah untuk memperpanjang Biara ke tebing-tebing Ostrog. Konon ceritanya, ketika dia kembali ke daerah itu keesokan harinya, Dia mengikuti perintah Dewa untuk untuk membangun gereja Vavedenja di gua pertama, gudang dan kamar tidur untuk tamu di gua kedua dan sebuah kapel di gua ketiga di mana sebagian besar artefak keagamaan di mana disimpan. . Hanya di bawah biara sebuah gereja kecil sudah berada, jadi dia menambahkan sebuah rumah kecil untuk dibangun di sana untuk mengolah gandum dan kehidupan para biarawan muda

Ada dua bagian ke biara: biara bagian atas dan bawah. Kami mendaki naik motor mengikuti jalan yang indah melalui hutan selama sekitar 45 menit ke biara bagian atas. Kendaraan mobil sebaiknya ditinggal dibawah dan kita naik tangga keatas. Karena naik mobil sangat beresiko, dengan jurang yang curam dan dalam.

Setelah kita puas berkeliling memutari Ostrog, kami turun menuju Biara yang dibawah. Didekat situ juga terdapat banyak restoran dan penjual cenderamata. Kami menyempatkan makan siang disini dan ternyata hidangannya lumayan enak dan murah. Kami mencoba makan steak sapi, omlette dan lain sebagainya, Kami membawa sambel sendiri sebagai bumbunya. Pemilik restoran sempat bertanya, sambelnya apakah pedas?. Ya tentu pasti akan lebih pedas dibandingkan di Bosnia. Akhirnya dia minta 3 sachet sambel khas Indonesia untuk diberikan ke orang tuanya. Mereka juga tak lupa meminta berfoto sebagai bukti ada tamu jauh yang telah mampir di restorannya.

Misah

Sementara Andrea dan Istri, Dr Tedjo dan Istri, Bagoes Sadono dan Istri, Johadi Hastarika, Denny Ariyasa dan Widiantoro menuju Durmitor Park. Kalau kita lewat situ maka jalan agak memutar, Namun tetap akan bertemu di Border yang sama di Niksic.

Durmitor park adalah taman nasional Montenegro yang terletak di barat laut Montenegro. Tempat tersebut adalah bagian dari Alpen Dinarik. Puncak tertingginya, bernama Bobotov Kuk, memiliki ketinggian 2,523 meter. Dalam perjalanan ke Niksic mereka melewati jembatan tua Tara yang sangat panjang, Durmitor Park sekarang juga menjadi bagian dari warisan dunia dan menjadi World Heritage Unesco.

Setelah foto foto di Tara Bridge ditengah hujan rintik, mereka langsung ke Niksic border Montenegro dan Bosnia. Kita ketemu lagi disitu. Saya hanya bertiga berjalan konstan menuju Mostar. Jalan yang luar biasa mulus dan pemandangan Indah disajikan selama perjalanan. Kami setelah lewat border sempat memasuki jalan tol sebentar di trebinje sebelum akhirnya kami keluar melalui jalan biasa.

Beruntung nggak ikutan ke Durmitor karena hujan melanda pejalanan mereka.

Mostar adalah sebuah kota di Bosnia dan Herzegovina selatan, yang terletak di Sungai Neretva. Kota ini dikenal dengan ikon Stari Most (Jembatan Tua), jembatan yang dibangun kembali dari abad pertengahan. Gang-gang di dekatnya penuh dengan toko-toko dan kios-kios pasar, dan Museum Jembatan Tua yang mengeksplorasi sejarah panjang jembatan itu. Sebuah tangga sempit mengarah ke menara Masjid Koski Mehmed-Pasha dengan pemandangan panorama kota.

Ostrog terlihat di kejauhan




SUPPORTED BY KALIBRE




Tersesat Ketika Menuju Podgorica (5)

Kroasia 4 Sept. 2018. Setelah kami memutar kota Split dan sarapan segera kami persiapkan motor kearah Podgorica. Ini adalah perjalanan yang terpanjang,  (450 km). Kami arahkan motor kami ke Dubrovnic. Perjalanan kami kali ini tidak membosankan karena di Kroasia tidak ada kamera pengintai kecepatan. Memang di beberapa tempat terlihat polisi memantau arus lalulintas di tempat tempat yang rawan.

 

Kami melewati makarska kota pantai yang cantik dan kami terus menyusuri pantai hingga Dubrovnik.  Kroasia sekarang sangat maju dengan infrastruktur yang luar biasa tertata.

Kami juga sempat berhenti di gradac dan kami sempat berfoto disini sebelum kami jalan ke dubrovnik. Kira kira 10 km dari Gradac kami memutuskan makan siang. Pilihan fine dining mengakibatkan waktu molor menjadi cukup panjang. Kita menghabiskan waktu hampir 2 jam hanya untuk makan siang. Setelah itu kami meluncur ke Dubrovnik dalam arah kami menuju Podgorica di Montenegro.

Dubrovnik adalah sebuah kota di Kroasia selatan yang menghadap laut Adriatik. Kota yang berbenah menjadi kota cantik ini di kelilingi dengan dinding batu besar yang diselesaikan pada abad 16. Beruntung peninggalan ini tidak hancur karena perang saudara yang terjadi di tahun 1990 an. Ada dinding besar yang diselesaikan pada abad ke 16 dan sekarang masih teawat baik seperti Gereja Blaise Baroque hingga Renaissance Sponza Palace dan Ghotic Rector Palace yang sekarang menjadi museum sejarah. Sayang kami tidak sempat mampir karena keterbatasan waktu.

Dubrovnik dahulunya hancur karena perang, dimana pada tahun 1991, perang Yugoslavia pecah Dubrovnik dikepung oleh tentara Serbia dan Montenegro. Tapi sekarang kota ini berubah menjadi kota yang bagus dan maju sekali. 

kira kira 5 km setelah kota kami mengambil kiri kearah border. Hari sudah semakin sore dan lambat laun matahari pun menghilang. Waktu menunjukan jam 19.00 Kami memasuki border Bosnia _ Herzegovina. Pemeriksaan dokumen mulai dilakukan dan saya paling duluan. Saat pemeriksaan dokumen mereka mendapati bahwa motor yang saya pakai tidak ada green card,  demikian pula 6 motor lainnya. Sempat kami disuruh kembali ke Croatia. Saya tanyakan bagaimana syaratnya agar bisa masuk ke Bosnia. Dia bilang bahwa kita harus bayar ijin kendaraan motor dan asuransi kendaraan sebesar 30 EUR. Akhirnya kami memilih membayar asuransi tersebut dan kami menunggu petugas asuransinya datang dari kota terdekat. Cukup lama kami menunggu sehingga akhirnya gelap pun datang. Setelah selesai kami segera tancap gas kearah trebinje. Perjalanan masih jauh dan saat tiba di trebinje rombongan kembali terpecah. 7 orang ikut andrea sedangkan sisanya ikut saya.  Terpaksa saya mengikuti offline maps Sygic yang sudah saya set di motor saya. Sygic menunjukan jalan yang pendek, saya sempat ragu apakah benar arah yang dituju. Sempat kita kesasar dan Sygic menunjukan salah arah jalan kerumah orang sampai orangnya kaget ada rombongan motor yang tidak bisa bahasa Bosnia. 

Ternyata arah jalan yang dimaksud berdempetan dengan jalan yang kerumah orang tersebut. Tetapi kembali saya ragu meneruskan karena jalannya hanya cukup satu mobil dan menyusuri sungai dan hutan yang sangat lebat.  Saya lihat kembali GPS, kita bandingkan dengan GPS Michael yang dia bawa ternyata arahnya sama. Akhirnya kita lanjut dan sekitar 1 jam kemudian kita menemukan jalan besar dan border hanya 1/2 jam dari situ.  Saya berpikir bahwa kami ketinggalan jauh, kamipun bertiga mencap di border montenegro. Ternyata setelah selesai ngecap rombongan Andrea mendekati boder dan selisih hampir 1 jam dengan saya.

Karena sudah gelap, saya memutuskan maju kedepan bertiga, saya harus duluan sampai hotel karena saya harus memastikan bookingan kamar di Ramada Podgorica. Saya harus mempersiapkan kunci kamar dan makan malam teman teman.

Jalanan sangat bagus dan Malam yang dingin itu kecepatan saya kembangkan sampai 140 km perjam, ternyata Johandi dan Bagoes Sadono sepertinya lebih dari 160 kpj. Lambat laun saya tertinggal karena motor saya tidak bisa mengikuti GS1200 K50, juga karena saya mengendarai F800 GSA yang jangkung.

Ada kelemahan F800 ini, dimana kalau nikung motor ini serasa mau jatuh. Hal ini terjadi karena berat motor ini cenderung ke belakang sehingga saat ngerem bobot belakang mendorong kedepan. Namun di medan jelek suspensinya memang sangat top.

Sesampai di Podgorica sekitar jam 1.00 dini hari, saya dikagetkan oleh Johandi dan Bagoes yang ada di belakang saya…lha kenapa posisinya mereka dibelakang padahal saya jauh tertinggal.

Akhirnya touch down hotel, dan ternyata team mobil Shandi Widjaya sudah menyiapkan kamar hotel dan makanan. 

Sekitar 1 jam kemudian team tiba di hotel dan langsung menyantap makanan yang sudah disediakan.

 

CHORVATSKO GRADAC

Dubrovnik yang sangat indah

Babahnya rossi

Dikirim oleh Wijaya Kusuma Subroto pada Rabu, 12 September 2018

Kota Podgorica yang sangat sepi
SUPPORTED BY KALIBRE

Ramada Hotel, Terbaik di Podgorica




Menyeberang laut Adriatic Sea (4)

03/09/2018, IRE: Italy Sebelum sampai Ancona, kami menyusuri sungai yang terletak di Urbino. Sesampainya di Ancona maka kita harus menukarkan confirmation booking dengan tiket untuk naik kekapal. Persyaratan naik kapal juga cukup ketat, karena setiap orang dimintakan passport, copy surat kendaraan, termasuk rental form yang membuktikan bahwa motor anda bisa digunakan di Eropa Timur. 

Sempat terjadi drama, justru passport Wijaya Kusuma terselip di SIM International, sementara petugas portnya meminta asli passport. Namun setelah ketemu semua beres.  Setelah beres semua maka kitapun bersiap siap naik kapal SNAV dari Ancona Italy ke kota Split di kroasia. Mungkin ditanyakan passport karena kami keluar dari negara Italy di eropa barat menuju eropa timur.

Kapal yang kita tumpangi dari pelayaran Snav.  Kapal yang sangat besar  panjangnya saja 162 meter dengan  lebar 30 meter.  Jadwal kapal berangkat jam 8 malam dan tiba di Split Kroasia jam 06.00 pagi atau total penyeberangan adalah 10 Jam perjalanan. Maklum kapal berlayar maksimum 30 km/jam dengan jarak tempuh 318 km menyeberangi Laut Adriatic Sea.

Ferry yang digunakan luar biasa bagusnya. Kapal itu ada 8 tingkat dan 4 tingkat untuk kendaraan.  Setelah dapat tiket maka kami ke resepsionis untuk tuker kunci kamar. Beruntung yang order Andrea sehingga kita mendapat discount untuk ruangan kapal ini dan di upgrade dari kamar berempat menjadi kamar hanya berdua.

Senja terasa lambat disini, pemandangan Indah nampak di kejauhan. Kapal kami angkat sauh menuju Kroasia pada jam 20.00 malam. Tapi jangan salah disini jam 20.00 masih terang dan sun set terjadi jam 8 malam. i ferry ini apabila kita sudah naik ke dek, maka kita tidak boleh menuju mobil. Ruangan mobil segera di seal dan kita tidak boleh lagi kembali ke mobil. Oleh karena itu, kita setelah naik ke kapal, harus membawa seluruh perlengkapan mandi dan kebutuhan kita selama menginap di kapal,

Teman teman menuju ke geladak kapal, ingin menyaksikan tenggelamnya matahari diufuk timur. Setelah kembali kami mandi dan segera mencari makan malam. Makan malam yang disajikan juga beragam, ada makanan muslim dan makanan eropa dan harganya juga terjangkau. 

Di kapal ini juga tersedia berbagai macam fasilitas mulai bioskop, tempat sauna, refleksi, bar, mini market dan lain sebagainya. Layaknya kapal ini adalah kapal pesiar yang nyaman.

Setelah makan malam sayapun memutuskan untuk tidur, lelah dan mempesiapkan riding untuk hari ke 4 menuju podgorica. 

Pagi jam 05.00 kami dibangunkan oleh pengumuman awak kapal bahwa kapal sudah menyediakan sarapan pagi, jam 06.00 kami di informasikan bahwa kapal bersiap bersandar dan penumpang di perbolehkan menuju ke mobil atau motor setelah mengembalikan kunci kamar kepada receptionis kapal.  

Kamipun bergegas mempersiapkan motor dan jam 07.30 pagi motor kamipun sudah keluar dari lambung kapal.

SUPPORTED BY KALIBRE OUTDOOR GEAR

Ruangan Kapal Laut
GNV ATLAS SNAV Ferry diambil dari atas

Dikirim oleh Wijaya Kusuma Subroto pada Kamis, 06 September 2018

Dikirim oleh Wijaya Kusuma Subroto pada Senin, 03 September 2018












Menuju Ancona (3)

Milan _ Pisa

Pisa – Siena

Hari ke 3 riding. Pagi hari kami bersiap siap. Kami kali ini menuju Ancona. Kota pelabuhan ditepi pantai timur Italy.

Sebelumnya kami mampir dulu ke kota tua Siena yang terletak di propinsi Tuscany. Siena, seperti kota-kota bukit Tuscan lainnya, pertama kali didirikan pada zaman Etruscans (sekitar 900–400 SM) ketika dihuni oleh suku yang disebut Saina. Orang Etruria adalah suku orang-orang maju yang mengubah wajah Italia tengah melalui penggunaan irigasi untuk merebut kembali tanah yang sebelumnya tidak bisa diolah, dan kebiasaan mereka membangun pemukiman mereka di benteng-benteng bukit yang dibela dengan baik . Sebuah kota Romawibernama Saena Julia didirikan di lokasi pada masa Kaisar Augustus . Beberapa arkeolog menyatakan bahwa Siena dikontrol untuk periode oleh suku Gaulish yang disebut Senones.

Menurut legenda setempat, Siena didirikan oleh Senius dan Aschius , dua putra Remus dan dengan demikian keponakan Romulus , setelah kemudian Roma dinamai. 

Beberapa mengklaim nama Siena berasal dari Senius. Etimologi lain mengambil nama dari nama keluarga Etruscan Saina , nama keluarga RomawiSaenii , atau kata Latin senex “tua” atau bentuk senja “menjadi tua”.

Siena tidak berhasil di bawah pemerintahan Romawi. Itu tidak berlokasi di dekat jalan-jalan utama dan tidak memiliki peluang untuk berdagang. Status piciknya berarti bahwa Kekristenan tidak menembus sampai abad ke-4, dan tidak sampai orang orang Lombard menyerbu Siena dan wilayah sekitarnya yang dikenalnya kemakmuran. 

Kami berkeliling kota Siena dan mempelajari tentang sejarahnya. Istirahat sejenak disini sebelum lanjut ke Ancona. Kami melewati Urbino tempat kelahirannya Valentino Rossi, aroma balap pun terasa karena ternyata memang tempat kelahiran Valentino Rossi itu dekat sekali dengan San Marino. Andrea pun pernah latihan bapak disitu.

Saya lupa, didalam perjalanan yang kami lewati kami sempat makan disitu dan ternyata tempat kami makan pemiliknya adalah bikers dan pemilik KTM 1290. Saya sempat kegarasinya dibawah ternyata motornya banyak. Dia sangat senang kedatangan tamu dari Indonesia dan memberikan discount khusus buat kami.

Kami makan siang disini a la carte sebelum kami lanjut ke Ancona.

Ancona adalah kota pelabuhan tempat kapal kapal bersandar menuju eropa timur.

 

Spalato ke Dubrovnic dan Podgorica

ANCONA

Dikirim oleh Wijaya Kusuma Subroto pada Rabu, 05 September 2018







Monteroni D Arbia Kota Siena yang sangat Cantik (2)

jilid 1

Tanggal 02 September kami habiskan waktu kami di Pisa. 

Pisa adalah sebuah kota di Tuscany wilayah Italia Tengah. Pisa adalah ibu kota Provinsi Pisa . Meskipun Pisa dikenal di seluruh dunia karena menara miringnya, Kota ini berisi lebih dari 20 gereja bersejarah lainnya, beberapa istana abad pertengahan dan berbagai jembatan di seluruh Arno. Sebagian besar arsitektur kota dibiayai dari sejarahnya sebagai salah satu republik maritim Italia .

Kota ini juga merupakan rumah dari Universitas Pisa , yang memiliki sejarah akan kembali ke abad ke-12 dan juga memiliki Scuola Normale Superiore di Pisa , yang didirikan oleh Napoleon pada tahun 1810.

Kami selesai mengelilingi pisa dan siang itu kami bergegas mempersiapkan diri menuju propinsi Siena.

Jalanan yang dipilih Andrea memang sangat cantik, kami pun memilih Castil abad ke 13 yang sudah di renovasi sebagai tempat nginap kami.

Andrea juga mengajak rombongan menikmati perjalanan melalui perkebunan anggur dan jalanan gravel.  Jalanan dan pegunungan Italy ini memang sangat indah sekali. Pemandangan yang luar biasa indah membuat kami terkesima. Castil tempat kami menginap juga terletak di atas bukit dengan tanaman hijau disekelilingnya.

Jalur yang kami lewati yakni SS1 Aurellia dan melewati Colle Val d Essa yang sangat Indah.  Kami berhenti makan siang di Bosco De La Spina yang terletak di SP 33 

Bosco De La SPina adalah rumah makan yang juga merangkap sebagai museum sepeda dan hotel. Tempatnya Indah dan makanan Fine Dining yang nikmat.

Sore hari kami tiba di Castil yang terletak sekitar 8 Km dari Monteroni D Arbi. Jalanan gravel membuat andrenalin kami tertantang. Ditambah sedikit rintik membuat jalanan agak licin.

Semua terbayar dengan pemandangan yang indah di castil yang kami inapi. Castil Milik Roberta Heksta ini sangat bagus untuk di inapi. Ada 16 kamar dan setiap kamar ada kamar mandi didalamnya membuat kami merasa betah tinggal disitu. Apalagi di Castil tersebut sudah tersedia semua peralatan makan plus 2 botol wine yang disediakan oleh pemilik Castil wow amazing

bagaimana dengan hari ke 3…silahkan simak disini ya