Award and Thanks Giving Day Team Asian Cross Country Rally Indonesia


image_pdfimage_print

Jakarta. 20 September 2018, Award & Thanksgiving Party JNE Furukawa Battery Indonesia Rally team 2018 yang merupakan moment penyerahan plakat penghargaan dan terima kasih JNE Furukawa Battery Indonesia Rally team 2018 kepada sponsor dan pihak pendukung telah dilaksanakan pada tanggl 20 September2018 di TGIF Friday Pondok Indah Mall 3 Jakarta Selatan.

Hajatan yang diselenggarakan oleh PT. Furukawa Indomobil Battery Manufacturing Ini berlangsung dengan akrab dan penuh kekeluargaan. Selain dihadiri oleh tokoh otomotif baik dari kalangan Rally, Offroad maupun builder kenamaan di Indonesia seperti Dana K juzar, Kemal Bachrie, kemudian offroader papan atas seperti Tb Adhi, Gunawan Legiyo,   Dadan Pohang, Julian Johan. Dira Sulanjana tampak hadir Sekjen PP IMI yang merupakan perpanjangan tangan FIA di Indonesia Jeffrey JP, juga ketua umum Indonesia Offroad Federation Askar Kartiwa, para pendiri IOF seperti Hari Sanusi, Johny Lintau, Yuma WK, Echa Harsan, Malvino Fajaro artis sinetron, juga rekan rekan pewarta. Kemudian di Motor ada Jack kemudian teman teman Track seperti Hery Cahyono dan teman teman, Alex Samosir, Teddy Wibowo, Didi Arifin dan masih banyak lagi.

Pihak JNE dan Furukawa Battery yang merupakan sponsor utama pun hadir. Mr. Shinichiro Sean Ota yang merupakan Director  Member Of The Board Corporate Officer Furukawa Battery dari Japan datang langsung dan tiba kemaren dan malam ini kembali ke Jepang. Suatu penghargaan yang luar biasa. mendampingi Andreas Sugih dari PT. Furukawa Indomobil Battery Manufacturing.

 

Prosesi tanya jawab antara pembalap dengan undangan dan media berlangsung cukup menarik.Baik seputar lintasan, kendala maupun hal lain dikupas dengan tuntas dan lugas pada acara ini.  Dilanjutkan dengan acara puncak penyerahan plakat kepada sponsor diantaranya : JNE, Furukawa Battery, Sun Chlorella, R1 Japan, Delium Radial, Roma Autosport, Castrol Indonesia, Maxxis, Hobbies workshop, Karya Indah Motor, DSS Garage, Hasto Fiberglasss Specialist, ORDtraining.com, Prive Clinic, Rac@design, Rudy Project Indonesia, SKP dan tokoh otomotif Lampung. Ya. Dukungan dari sponsor, komunitas maupun pebengkel dan media adalah wujud kepedulian banyak pihak kepada tim yang membawa nama merah putih ini.

Pada ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2018 yang diselenggarakan pada 13-19 Agustus 2018 lalu, Indonesia melalui team JNE Furukawa Battery Indonesia Rally team yang mengutus 2 peserta pada Moto Class dan 1 peserta pada Auto Class. Irma Ferdiana dan Ayu Windari bertanding pada woman moto class dengan mengendarai sepeda motor KTM 250EXC dan Husaberg FE250. Sementara, Memen Harianto didampingi 2 orang codriver Rimhalsyah dan Lody Natasha menggunakan Jeep Cherokee 4000cc bertanding di Auto Class T1G. Irma Ferdiana dan Ayu Windari menempati posisi ke 1 dan ke 2 pada woman moto class. Mampu meninggalkan Mami Matsuda Rider wanita dari Japan. Sementara, Memen Harianto dan Rimhalsyah beserta Lody Natasha pada tahun ini menempati posisi ke 7 pada T1.G

 

Apakah Cross Country Rally Berbeda Dengan Event Di Indonesia?

Ya. Tidak ada event yang berhari hari seperti ini di Indonesia.  Event ini menempuh jarak 2200 km di 2 negara selama 6 hari ini memang berbeda dengan event yang ada di Indonesia yang lebih mengenal speed offroad dan rally saja. Dulu pernah ada rally 4X4 tapi kini sudah tidak kedengeran lagi.

Perbedaan yang paling signifikan adalah panjangnya LINTASAN dan SYSTEM NAVIGASI. Panjang lintasan setiap hari berkisar 400 sampai dengan 500 km terdiri dari road section dan special stage. Special stage setiap hari rata-rata 200 sampai dengan 250 km dengan 20 menit waktu perbaikan dan isi bahan bakar di service area.

Bagian yang tersulit dari rally ini adalah system navigasi. Koordinat hanya diberikan pada titik start, service area dan finish stop. Masing-masing pembalap mengandalkan road book/tulip yang dibagikan setiap malam oleh peserta. Setiap SS ditempuh tanpa melalui Survey terlebih dahulu. Hanya mengandalkan keakuratan co driver membaca road book untuk arah maupun jarak pada tiap tikungan atau kondisi lintasan. GPS tentu saja tidak dapat dipergunakan pada event ini. Rally trip meter menjadi andalan untuk menghitung jarak dan membaca semua tanda dilintasan. (Sementara di Indonesia event rally terlebih dahulu melakukan survey). Cerita pembalap salah arah/tersasar bukanlah hal yang aneh pada event ini. Hampir semua peserta akan mengalami. Hanya cepat atau tidaknya menemukan kembali arah lintasan yang benar yang membedakan antara satu dengan yang lain.

Tentu tidaklah mudah untuk dilewati rintangan ini. Track yang sangat lengkap ada di AXCR. Bebatuan, Gravel, pasir, lumpur, aspal maupun perbukitan adalah kombinasi lintasan. Jalur yang dilewati kadang sangat sempit. Hanya pas untuk ukuran 1 mobil. Lubang dibagian depan hampir tidak dapat ditebak. Tentu ini tidak hanya memerlukan kemampuan driver/rider berkendara dengan tepat dan cepat. Namun menuntut kolaborasi yang baik dengan co driver membaca arah jalan. Lintasan didepan yang tidak bisa ditebak kondisinya.menuntut keahlian tersendiri.

Sangat banyak peserta yang tidak mampu mencapai garis finish. Beberapa peserta malah hanya mengukuti start special stage lalu mundur dan meneruskan perjalanan ke garis finish melalui jalur aspal. Dan melalakukan hal yang sama pada hari berikutnya. Lintasan yang berat dan navigasi yang tidak mudah tentu saja menjadi tantangan tersendiri untuk semua peserta. Apalagi, tim Indonesia terbilang masih sangatlah muda dibanding peserta lain yang telah mengikuti event ini belasan tahun.  

Di Thailand sendiri, event cross country rally diselenggarakan antara 5 sampai 10 kali setiap tahun.

 

Peserta Woman Moto Class

Pembalap wanita Irma Ferdiana dan Ayu Windari merupakan 2 pembalap dari 3 peserta pada woman moto class. Ini adalah kali pertama Irma dan Ayu mengikuti Asia Cross Country Rally. Rider asal Jember Jawa Timur ini menjalani leg demi leg dengan perjuangan yangtak mudah. Rudy Poa selaku manager tim mengawal dengan maksimal dan selalu memberikan masukan kepada keduanya.

Strategi yang direncanakan untuk menjalani SS secara bersamaan untuk saling bahu membahu dalam mengatasi rintangan dan membaca navigasi hanya dapat dilakukan di hari pertama.

Hari pertama Ayu Windari start 1 menit didepan Irma Ferdiana. Mereka finish bersamaan.

Irma Ferdiana urutan ke 2 dikelas, dan ayu windari ke 3 dibelakang Irma. 

Hari ke 2 Ayu Windari mampu mengejar ketertinggalannya dengan menempati posisi ke 2 di kelas. Dan hari ke 3, Ayu mampu mengejar rival teratasnya Mami Matsuda. Namun pada hari ke 4 Ayu mengalami kerusakan pada mesin motornya setelah terendam dan harus memperoleh penalty 5 jam.

Lintasan yang sangat berat di hari ke 4 ini mampu dilewati oleh Irma Ferdiana dengan KTM 250 EXC 2 tak dengan sempurna. Perjuangan yang berat ini menempatkan posisi Irma ke posisi 1 di kelas meninggalkan Mami Matsuda dan Ayu Windari dengan sangat jauh. Memiliki catatan waktu jauh meninggalkan kedua rivalnya dimanfaatkan oleh Irmamelawati 2 leg yang tersisa dengan aman. Sementara, meskipun Ayu Windari mampu memacu kendaraanya dengan cepat di 2 leg tersisa, hanya mampu meningalkan Mami Matsuda dan puas pada posisi ke 2.

“Ini perjuangan yang tak mudah. Hampir tiap hari kami nyasar. Tapi karena motor, kami bisa dengan mudah untuk balik arah dan cari jalan yang benar. Saya sempat mengalami kerusakan pada alat navigasi saya. Dan saya berhasil membetulkan sendiri di tengan jalan. Seru dan menegangkan. Tapi ini event yang luar biasa dan tak mudah dilupakan” Ujar Ayu Windari

Hal senada disampaikan oleh Irma Ferdiana “Sya menerapkan strategi konstan melewati SS. Nyasar pasti dialami oleh semua pembalap. Tapi saya bisa melawati dengan tenang dan sabar. Saya diuntungkan juga dengan bobot kendaraan saya yang ringan. Alhamdulillah, tahun ini dewi fortuna berpihak ke saya, saya dapat meraih posisi terbaik dikelas saya” ujar Irma Ferdiana yang baru menikah setelah kembali dari AXCR 2018

 

Peserta Auto Class T1G

 

Pada hari ke  1,  Special Stage di leg 1 dibagi 2. dipagi  pagi hari dan siang hari.  Pada pagi hari pembalap Indonesia dapat memacu kendaraanya dengan maksimal dan menempati posisi  2 di kelas T1.G. terpaut 3 detik dibawah Ikuo Hanawa perally kawakan asal Japan. Namun naas, pada 50km sebelum finish sore harinya, dudukan bypas shock suspensi belakang jeep cherokee putus dan menyebabkan mereka hanya bisa memacu kendaraanya  20km/jam untuk menghindari kerusakan lebih parah. Setelah diperbaiki di service area hotel, kendaraan dapat dipergunakan kembali esok harinya.  Pada hari ke 2 kejadian serupa terulang kembali di km 12.  Akhirnya setelah mencapai service area tim memutuskan utk memperbaiki kendaraan agar bisa maksimal di leg berikut. Namun perbaikan yang dilakukan menyebabkan tim mobil mendapat penalty 14 jam 30 menit.

Hari ke 3 jeep cherokee sudah kembali ke kondisi prima. Namun sayangnya, leg ke 3 untuk auto class dibatalkan oleh panitia atas anjuran pihak militer setempat. Memen Harianto dan tim yang berencana mengejar waktu tempuh ini,  kehilangan kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan waktu tim mobil.

Pada hari ke 4 di Cambodia Memen dan tim kembali berusaha mengejar ketertinggalan posisi. Namun lagi-lagi tim mobil harus kehilangan waktu 3.5 jam  untuk mengevakuasi Ayu Windari yang sepeda motornya terendam di jalur banjir.

Di hari ke 5, Hari ke 5 separuh Special Stage dibatalkan karena lintasan tidak dapat dilalui disebabkan truk terguling dan menghalangi lintasan. Dan dewi fortuna sepertinya kurang berpihak pada tim mobil karena pada hari terakhir (hari ke 6) Memen Harianto beserta Rimhalsyah dan Lody Natasha terhalang dengan 2 kendaraan yang dievakuasi oleh panitia. Mereka harus menunggu lebih dari 15 menit  untuk bisa bisa meneruskan melibas lintasan pendek yang Cuma 23 km.

 

“Pada hari ke 4 lintasan banjir. Ayu Windari sudah diposisi ke 1 pada woman class terjatuh dan mesin sepeda motornya terendam air. Kalau crew yang mengevakuasi pastinya Ayu akan kena diskualifikasi. Yang bisa bantu hanyalah sesama peserta. Karena kelas mobil start dibelakang Ayu, akhirnya Memen, Rimrim dan Lody mengevakuasi Ayu. Saya salute dengan mereka. Saya tahu ini adalah sebuah keputusan yang sangat sulit. Disatu sisi harus meneruskan SS untuk memperbaiki posisi, tapi disisi lain harus memperjuangkan nama Indonesia dengan menyelamatkan ayu untuk tetap bisa tetap menjadi juara. Sebuah perjuangan heroik yang mengharukan. Inilah tim yang saya impikan. Kompak dan saling membantu ” Jelas Rudy Poa selaku team manager.

 

”Kami telah berusaha berusaha maksimal. Jeep Cherokee yang kami pakai pada 4 hari terakhir sangan prima kondisinya. Tapi situasi berbicara lain. Ada Special Stage dibatalkan, dan ada juga lintasan single track yang kami terhalang kendaraan yang harus dievakuasi. Tapi inilah balap. Situasi kadang harus memaksa kami merubah strategi. Namun Alhamdulillah kami bisa menjadi finisher dan bisa mengibarkan merah putih di garis finish. Semoga tahun depan kami mampu tampil dengan lebih baik lagi” tutur Memen Harianto kepada media.

Semoga perjuangan putra dan putri Indonesia ini akan mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat Indonesia. Dan pada kegiatan berkutnya, Pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan yang baik seperti pembalap dari negara lainnya.

Untuk info keikut sertaan tahun depan hubungi +62811802633.

 

Yuma WK Pembalap Gaek Pic : Source Malvino Fajaro
Pembalap Indonesia yang berhasil membawa nama Indonesia di kancah International. Source JJ
Trio Founder IOF. Source MF

Ucapan terima kasih kepada para sponsor